Belajar "Nge-Geprek" Ala Sarjana: Pengalaman Magang Junior Asisten di Ayam Geprek Sarjana
Siapa yang tidak kenal Ayam Geprek Sarjana? Bagi mahasiswa UNY atau siapa pun yang sering melintas di depan KOPMA, nama ini sudah jadi legenda. Bukan hanya karena ayamnya yang kriuk atau sambalnya yang selalu bikin gagal move on, tetapi karena tempat ini merupakan salah satu divisi usaha Koperasi Konsumen Mahasiswa (KOPMA) UNY yang menjadi ruang belajar nyata bagi banyak mahasiswa—termasuk saya. Saya, Keny Marzela Istiqomah, mahasiswa Manajemen yang mendapat kesempatan menjadi Junior Asisten Bidang Personalia sekaligus magang di Ayam Geprek Sarjana, akhirnya memahami “rahasia dapur” di balik ramainya pelanggan dan konsistensi rasa yang selama ini membuat banyak orang kembali.
Pengalaman pertama saya adalah berada di depan kasir. Awalnya deg-degan, tetapi justru di situlah keseruan dimulai. Menjadi kasir di Ayam Geprek Sarjana bukan sekadar menjaga meja pembayaran; kasir juga ikut nge-geprek ayam, ngulek sambal, melayani pelanggan, serta memastikan pesanan keluar dengan cepat dan tepat. Dalam satu hari ada empat karyawan yang bekerja secara shift, yang semuanya tidak hanya ramah tetapi juga sangat terampil. Dari merekalah saya belajar teknik “ngegeprek yang benar”. Ayam dada harus ditekan kuat, paha atas ditekan setengah kuat, sedangkan paha bawah dan sayap harus ditekan lebih lembut. Kesalahan kecil saja bisa membuat ayam hancur atau justru kurang geprek. Saat tekniknya tepat, hasilnya adalah ayam super kriuk dengan daging lembut yang berpadu sempurna dengan nasi hangat.
Rahasia berikutnya ada pada sambalnya. Semua sambal di Ayam Geprek Sarjana dibuat fresh order, ditumbuk manual, dalam keadaan mentah, lalu disiram minyak panas yang menimbulkan suara cessss khas dan aroma bawang yang langsung menggoda. Ada banyak varian sambal yang menjadi favorit pelanggan, mulai dari Sambal Bawang dengan pedas gurih yang nendang, Sambal Lada Hitam yang hangat dengan aroma rempah, Sambal Asam Manis yang segar dan ringan, hingga Sambal Bajak yang aromanya kuat dan rasanya nendang sejak gigitan pertama. Tekstur sambalnya pun khas, hasil dari ulekan manual yang membuat rasanya lebih autentik dan “hidup”.
Tidak heran jika Ayam Geprek Sarjana selalu ramai dan jadi pilihan mahasiswa. Selain rasa yang konsisten enak, karyawan yang cekatan, sambal yang selalu dibuat fresh, dan pilihan menu yang bisa disesuaikan selera, suasananya yang dekat dan ramah membuat AGS terasa seperti tempat makan sekaligus tempat singgah yang nyaman. Bagi saya pribadi, pengalaman magang di sini bukan hanya tentang bekerja di dapur atau di kasir. Saya belajar bagaimana bisnis kuliner dijalankan dari dalam: mulai dari alur pelayanan, standar kualitas produk, ritme kerja cepat, komunikasi tim, hingga bagaimana menjaga rasa dan pelayanan tetap konsisten setiap hari. Semua pengalaman itu membuka mata saya bahwa F&B bukan hanya soal memasak, tetapi juga soal manajemen detail dan kerja sama yang solid.
Pada akhirnya, Ayam Geprek Sarjana bukan hanya tempat makan bagi mahasiswa UNY, tetapi juga tempat belajar dan bertumbuh. Saya bersyukur diberi kesempatan mengenal sisi lain dari bisnis kuliner yang ramai ini selama menjadi Junior Asisten Personalia. Jika kamu ingin tahu kenapa Ayam Geprek Sarjana selalu penuh dan membuat banyak orang susah move on, jangan lupa join jadi Anggota KOPMA UNY dan menjadi Junior Asisten periode berikutnya. Jangan lupa mampir ke Ayam Geprek Sarjana di depan KOPMA UNY, dan rasakan sendiri sensasi sambal “gagal move on”-nya!
Keny Marzela Istiqomah
Penulis Artikel
Artikel Terbaru
Menuju Babak Baru: Catatan Hangat dari RAT Kopma UNY 43
25 Feb 2026
Sewa Mudah, Harga Bersahabat: Jasa & Persewaan KOPMA UNY, Solusi Praktis untuk Semua Kegiatan Mahasiswa!
12 Dec 2025
Ayam Geprek Sarjana: Kuliner Pedas yang Penuh Cerita dan Semangat Usaha Mahasiswa
12 Dec 2025
Kenapa Mahasiswa UNY Wajib Bergabung dengan KOPMA UNY? Ini Manfaat Nyata yang Bakal Kamu Dapatkan!
12 Dec 2025